Besut Kode 2016 dan Persiapan Google Code-in 2017

Jaman sekarang, anak-anak dan remaja memiliki kesempatan belajar yang sangat luas. Perkembangan Internet membuka akses materi dan ruang belajar yang nyaris tak terbatas. Berkembangnya aneka komunitas berbasis minat juga menjadi ruang belajar yang luas untuk anak-anak.

Kompetisi Besut Kode
Besut kode adalah kompetisi online pengembangan perangkat lunak bersumber terbuka untuk pelajar SMA, SMK, dan MAN yang berumur 13-17 tahun. Pelajar diminta untuk memecahkan soal yang diberikan, dan mentor akan menyatakan peserta tersebut lolos ke putaran selanjutnya atau gugur.

Besut Kode Universitas
Besut Kode untuk SMA sudah ditutup di tahun 2016,selanjutnya hanya ada kompetisi pemrograman Besut kode Universitas.

Besut Kode adalah kompetisi & mentoring pemrograman untuk proyek open source. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Wikimedia yang merupakan induk dari berbagai proyek open source, salah satunya adalah Wikipedia.

Dalam Besut Kode ada saat kesempatan workshop dan mentoring bersama Tasya Rukmana (Singapore University of Technology and Design, pemenang Google Code-in 2014) dan John Vandenberg (Queensland University of Technology, mentor Google Code-in & Google Summer of Code),


Persiapan Google Code-in 2017

Setelah bulan November, Para pemeang Besut Kode akan mengikuti proses mentoring untuk Google Code-in dengan mentor John Vandenberg. Google Code-In adalah kompetisi pemrograman untuk anak pre-university yang diselenggarakan oleh Google.


Portofolio Pengalaman Belajar

Kesertaan dalam Besut Kode ini merupakan tambahan portofolio pengalaman belajar Yudhis. Banyak manfaat yang dirasakan Yudhis dengan mengikuti Besut Kode, diantaranya:

a. Pengalaman pemrograman nyata
Semua penugasan yang diberikan dalam Besut Kode menggunakan proyek-hidup (live project). Prosesnya nyata dan hasilnya benar-benar digunakan dalam bagian proyek open source.

b. Membangun etos belajar dan bekerja
Dengan proyek nyata, Yudhis belajar tentang etos belajar dan bekerja yang sesungguhnya. Dia harus belajar dengan cepat, beradaptasi, berdiskusi dengan teman-temannya, bertanya kepada mentor, dan mengerjakan tugas sebaik-baiknya.

c. Meningkatkan kapasitas
Besut Kode ini adalah pengalaman nyata Yudhis yang pertama dalam bidang pemrograman. Dengan aneka penugasan tentang hal-hal yang baru dikenalnya, Yudhis belajar untuk “stretch” kapasitas dan kemampuannya karena semuanya dilakukannya sendiri tanpa bantuan kami sebagai orangtuanya.


d. Berjejaring dengan teman satu minat
Dalam proses Besut Kode, banyak diskusi dan interaksi yang dilakukan bersama peserta lain melalui forum online yang disediakan. Selain itu, beberapa kali pertemuan fisik memberikan kesempatan berjejaring dengan anak-anak yang memiliki minat sama di dunia pemrograman. Di dunia profesional, jejaring berdasar kesamaan minat seringkali berperan penting dalam karir atau pengembangan bisnis.

e. Belajar melalui Mentor
Kesempatan yang sangat berharga dari proses Besut Kode ini mendapatkan mentor yang membimbing proses belajar Yudhis. Selama proses Besut Kode yang berjalan sekitar 3 bulan, John Vandenberg yang memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek open source aktif membimbing anak-anak ini dengan penugasan, diskusi, dan juga penilaian. Diskusi dengan Tasya Rukmana juga memperkaya perspektif Yudhis tentang dunia pemrograman.


. Copyright 2016-2021 Rumah Jagoan Coding | Design by BaliLondon Sora Templates |