Setujukah Mengajarkan Pemrograman pada Anak-anak Sejak DINI

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya: ngapain sih anak-anak diajari programming? Apa gunanya? kenapa nggak diajarin nanti aja? Nanti jadi orang yang lebih dekat dengan mesin daripada manusia lain?

Pernah membaca buku Seymour Papert, yang berjudul, Mindstorms: Children, Computers, And Powerful Ideas.?

Buku ini ditulis tahun 1980 dan direvisi tahun 1993. Buku ini ditulis oleh pionir AI, yang pernah bekerja sama bertahun-tahun dengan Jean Piaget, seorang psikolog dan filosofer yang terkenal karena studi epistemologi pada anak-anak (epistemologi = teori mengenai pengetahuan).




Jadi buku ini dituliskan oleh orang yang benar-benar mengerti ilmu perkembangan anak, dan yang benar-benar mengerti mesin.


Belajar memprogram adalah belajar membuat instruksi yang logis dan terperinci, jadi ini melatih logika anak. Ketika belajar membuat program, kita akan membuat kesalahan, di sini kita akan belajar debugging.

Ketika belajar memprogram, seseorang tidak belajar mengenai “benar”, dan “salah”, tapi “apakah ini bisa diperbaiki?”, dan “bagaimana cara memperbaikinya?”.

Ilmu pemrograman sangat dekat dengan ilmu matematika, tapi dari sisi praktis. Bahasa pemrograman Logo yang dirancang oleh Seymour Papert merupakan salah satu contoh pendekatan pengajaran matematika melalui program.

Ilmu yang dipelajari dalam pemrograman bisa diaplikasikan dalam hidup sehari-hari . Di buku Mindstorm, contoh yang diberikan adalah juggling.

Keahlian yang sepertinya sulit ini ternyata bisa dipelajari langkah-langkahnya secara detail, dan jika kita membuat kesalahan, bisa didebug. Tentunya ini tidak cuma berlaku untuk juggling, segala macam aktivitas dan proses bisa dipecah menjadi langkah-langkah sederhana, dan bisa didebug.




Mengenai ketakutan bahwa anak-anak akan lebih dekat pada mesin: menurut saya ketakutan ini tidak terlalu beralasan.

Sejauh ini saya melihat bahwa orang-orang komputer di berbagai komunitas yang saya temui (komunitas network, programming, dan security), semuanya memiliki banyak teman. Saat ini, anak sayapun lebih suka bermain dengan orang daripada dengan mesin.

Tentunya mengajarkan pemrograman pada anak adalah keputusan orang tua, dan juga tergantung pada kemampuan dan kesukaan anak.

Sebagai orang tua yang mengerti komputer (dan berusaha banyak membaca mengenai perkembangan anak), saya merasa bahwa pelajaran pemrograman ini berharga, dan anak saya merasa ini adalah hal yang menyenangkan.

Perlu dicatat, bahwa logika dan pemrograman hanya salah satu dari banyak hal yang akan diajarkan pada anak saya.

. Copyright 2016-2021 Rumah Jagoan Coding | Design by BaliLondon Sora Templates |